Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/islam.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/islam.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/islam.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Islam @ Sufehmi.com » 2006 » November

Archive for November, 2006

Shirin Ebadi

Wednesday, November 29th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/islam.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

I just read a posting on Shirin Ebadi (thanks mas Fatih).

Very interesting. Not everyday you found somebody who’s able to realize and criticize the rigid interpretation and implementation of certain Islamic laws without slipping into becoming an extreme liberal.

Shirin seems to be a rarity, a voice of reason among the chaos. While others are either going to the extreme of interpreting Islam literally, or interpreting Islam so liberally it’s no longer Islam; Shirin manages to steadily and bravely walk on the middle path.
She even dared to criticize Israel in her Nobel prize speech.

Among many things, she got it right when she said that Islam can be interpreted quite differently, depending on who/how/where/when it was interpreted.
Different culture interpreted Islam differently; example, forced marriage is usual in certain Middle East countries, while it’s incompatible with Minangkabau’s matrilineal culture.
Another culture put great emphasis on inbreeding, which while halal, can be harmful (or even fatal) for the 3rd or 4th generation.

Another example; currently women are not honored in various cultures as they have had. They’re looked down if dared talking to a man. It’s in stark contrast with the beginning of Islam; Imam Syafie’s guru was a woman. And Aisyah ra (prophet’s wife) was a guru for many companions.
Some feminist went overboard when faced with these though - instead of reverting back to the original Islamic practices, they aimed to destroy Islam itself instead.

Extremism is never a good thing, and it’s against Prophet Muhammad’s teaching as well. It’s good to find another muslim(ah) with his/her vision set firmly on the original Islamic values. Hopefully more and more will show up.

If I’m wrong on my comments about her though, please feel free to correct me. Thanks.

Sukses dengan berpikir berbeda

Friday, November 24th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/islam.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Kemarin adalah hari Jum’at, dan untuk melakukan sholat Jum’at saya memilih sebuah mesjid yang tidak menggunakan karpet di lantainya. Tidak hanya lebih menghemat uang umat, namun juga tidak menyesakkan nafas penderita alergi debu ini.

Setibanya disana, di luar dugaan ternyata lingkungan mesjid ini adalah masyarakat yang taat agama. Walaupun saya sudah tiba cukup awal, namun saya telah didahului sekitar 100 orang.
Sekitar 6 shaf telah terisi. Tidak mungkin bagi saya untuk bisa mendapatkan tempat duduk yang paling afdhol, di depan, tanpa menyakiti / menyenggol orang lain.

Tengok sedikit, ternyata ada bagian sayap mesjid. Dan, kosong melompong.

Dengan santai saya berjalan ke sebelah sayap mesjid, dan langsung mendapatkan posisi di paling depan tanpa susah payah, atau menyusahkan orang lain.

“Kenapa yang sedang duduk di dalam mesjid tersebut tidak justru memilih shaf depan di sayap mesjid juga ?”; euh, saya tidak tahu kenapa. Saya hanya melihat kesempatan, yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain - dan saya memanfaatkannya.

Ada banyak aspek dari kreatifitas. Salah satunya adalah kemampuan untuk melihat peluang. Dan, berbeda dari perkiraan banyak orang, ini bisa dilatih.
Caranya yaitu dengan sering memaksa otak Anda bekerja.
Maka setelah beberapa waktu (dan banyak penderitaan dari sakit kepala yang cukup akut), maka Anda akan mampu melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh orang lain.

Ketika sudah mendapatkan kemampuan ini, mudah-mudahan kemudian bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan semua pihak.

Selamat mencoba.