Azyumardi Azra : Boleh Konsumsi Daging Haram
Wednesday, January 31st, 2007Sebuah kolom Azyumardi Azra di Republika,18 Januari 2007, cukup meremehkan syariat agamanya sendiri. Terkutip :
Berbagai kelompok mahasiswa seperti ini umumnya mengembangkan paham –jika tidak ideologi– keagamaan yang dapat disebut ‘neo-konservatif’. Sebagai contoh saja, mereka hanya mau memakan makanan yang dibeli dari ‘Halal Store’, ‘Halal Food’, atau ‘Halal Meat’, meski tidak selalu mudah menemukan tempat seperti itu. Bagi mereka, mahasiswa lain yang misalnya memakan daging yang dibeli dari Supermarket biasa adalah orang-orang yang lemah Islam dan imannya, meski secara fiqhiyyah hal itu bisa dibenarkan.
Jadi karena saya mau berusaha untuk mengkonsumsi daging halal *plak* tiba-tiba di jidat saya menempel sebuah stiker bertulisan “neo konservatif”
Secara fiqh, boleh mengkonsumsi daging non-halal ketika situasi darurat; contoh: Anda akan meninggal dunia kalau tidak melakukannya.
Tapi jika masih bisa didapatkan, walaupun musti berusaha (mosok sih umat Islam sedemikian lembek dan malasnya), maka saya kira yang haram ya tetap berstatus haram.
Kalaupun tetap tidak ada juga daging halal, ‘kan masih bisa juga go vegetarian. Malah lebih sehat pula. Mosok kita kalah (tekad & kreativitas) sedemikian mudahnya dengan non-muslim di The Vegetarian Society ? Malu dong ah
Saya sudah pernah coba berbagai produk vegetarian, favorit saya adalah hotdog vegetarian yang dijual di kantin Ikea @ Wednesbury. Uih enak euy, tidak kalah dengan yang daging betulan. Saban kesana pasti saya beli banyak.
Malah kalau kita go vegetarian, tidak hanya lebih sehat, plus juga berpahala. Enak banget kan.
Shame on you pak Azyumardi. Please jangan mendorong kita untuk menjadi umat yang lembek dan mudah kalah seperti ini lah. Kapan kita mau majunya, kalau baru soal makanan yang remeh seperti ini saja sudah menyerah begitu saja ?
Artikel selengkapnya bisa dibaca disini.